[FICLET] Who Am I Series, Track One : Lonely

large (13)

{a story by sweetraindrops}

{Who Am I Series, Track One : Lonely | Staring by Shinwoo aka CNU B1A4, Hayoung A-Pink | Ficlet | Straight}

Start~

.

.

.

The break up that I thought would never come to us, it came to me secretly

And it so easily made love silently leave me

Hari itu musim gugur. Daun-daun pohon yang ada di taman hampir jatuh keseluruhannya. Sama seperti hati Shinwoo yang berjatuhan entah kemana. Ada kata ‘tidak’, ‘jangan’, dan penolakan-penolakan lain yang ingin ia katakana. Namun, entah kenapa kata-kata itu menguap begitu saja ditiup angin musim gugur.

“Shinwoo.. maaf.” Hayoung, gadis yang sekarang bediri berhadapan dengan Shinwoo membuka obrolan mereka. Shinwoo diam, ia hanya tidak mengerti –tidak mau.

“Jangan teruskan!” Shinwoo menarik napasnya dalam, menatap ke dalam manik coklat Hayoung. Menangkap bayangan dirinya di manik coklat itu, lalu tersenyum kecil. Entah kenapa dada kirinya terasa sesak.

“Shinwoo, aku lelah. Ku pikir, kita tak bisa bersama lagi. Tidak, maksudku, aku tidak bisa bersamamu  lagi.” Ucapan Hayoung membuat senyum Shinwoo menghilang. “Shinwoo, aku tidak mencintaimu.” Dan dunia Shinwoo seakan runtuh, mungkin lebih baik jika langit menghancurkan dirinya tapi sayangnya tidak.

“Kenapa?” Suara Shinwoo tercekat. Tak ada kata lain selain penolakan akan keputusan Hayoung tentang hubungan mereka selain itu. Shinwoo ingin menangis, betapa hancur hatinya mendengar kata putus yang menghampirinya. “Kenapa, Hayoung? Apa aku berbuat salah? Maafkan aku, maafkan aku..”

Hayoung terdiam, menarik napasnya panjang. “Kita sudah tidak cocok, Oppa.”

“Tidak cocok? Alasan! Semuanya sudah berjalan satu tahun lebih, Hayoung, dan kau bilang tidak cocok? Tidak masuk akal.” Shinwoo membantah pernyataan Hayoung. Rasanya sakitnya sudah ada di ubun-ubun. Semua ini tak masuk akal setelah satu tahun setengah perjalanan cinta mereka.

“Maaf, aku ingin putus, oppa.” Hayoung berjalan menjauh, meninggalkan Shinwoo.

“Kau tidak bisa! Aish…” Shinwoo menatap punggung Hayoung yang semakin menghilang dari jangkauan matanya.

.

.

.

I try to go back but you’re not there

Sudah satu minggu sejak kejadian itu, Shinwoo masih merasakan sesak di dadanya, begitu banyak, hingga ia rasa ia seperti sekarat. Setiap hari, setiap tanpa sengaja –atau karena kebiasaan ia merindukan Hayoung. Dan saat rindu itu mendesak ke dalam hatinya, Shinwoo menarik secarik foto yang selalu ia simpan di dompetnya. Foto mereka berdua –Shinwoo dan Hayoung; di foto itu, Hayoung tersenyum sangat manis. Kemudian Shinwoo akan tertidur mendekap foto itu hingga pagi menjelang.

Shinwoo ingat saat Hayoung memberikannya hadiah saat ia ulang tahun; sebuah kemeja dan celana jeans. Ia tak pernah memakainya kecuali saat Hayoung memintanya; Shinwoo bilang ini adalah benda spesial, jadi ia takut jika akan merusaknya. Dan hari ini Shinwoo memakainya.

Shinwoo berjalan di komplek Apgujeong –tempat mereka jalan berdua. Shinwoo memutuskan untuk menonton film di bioskop yang biasa mereka kunjungi, melepas penat hati yang menderanya. Kemudian, Shinwoo mampir ke café  tempat Baro –sahabatnya bekerja.

“Hyung, kau sakit?” Baro menghampiri meja Shinwoo sambil mengantarkan pesanan Shinwoo.

“Tidak..” Shinwoo langsung membiarkan mulutnya dipenuhi dengan jus alpukat yang ia pesan.

“Tidak biasanya kau minum alpukat?” Baro membenarkan celananya yang hampir melorot. Sepertinya ia kehilangan berat badan. “Kau merindukannya?” Baro mendudukkan dirinya di bangku depan Shinwoo.

“Siapa?”

“Siapa lagi kalau bukan Hayoung?” Baro meminum jus alpukat milik Shinwoo lalu meletakkannya kembali. “Enak juga.”

Shinwoo menggeleng. “Tidak.”

“Ck, jangan berbohong Hyung. Aku tau kau masih mencintainya.” Baro menelengkan kepalanya. “Hyung, ajak dia kembali padamu. Kau belum pernah bertemu dengannya sejak itu?” Shinwoo menggeleng. “Siapa tau, dia juga merindukanmu, eum..” Baro tertawa; menyemangati sahabatnya itu. Shinwoo menggeleng pelan.

“Baro! Antarkan pesanan!”

“Hyung, aku harus kerja. Jangan murung! Cheer up man!” Baro menepuk-nepuk pundak lebar Shinwoo.

Shinwoo menoleh ke jendela. Tampak seorang wanita yang sedang menyanyi di pinggir jalan; dikelilingi beberapa orang yang menikmati nyanyiannya. Banyak angan yang memenuhi pikiran Shinwoo; tentang apakah gadis itu merindukannya? Apa gadis itu masih memikirkannya? Apa gadis itu masih.. mencintainya?

Shinwoo menjalankan tubuhnya keluar café, menuju seorang wanita yang sedang bernyanyi di pinggir jalan. Dulu, Hayoung selalu mengajak Shinwoo untuk melihat pertunjukan jalanan saat mereka berkencan.

Shinwoo mendengarkan beberapa nada yang di mainkan wanita itu hingga selesai. Shinwoo kemudian bertanya pada sang musisi jalanan itu, dan diiringi sebuah anggukan, Shinwoo mengambil gitar yang digunakan wanita itu bernyanyi.

“Untuk seseorang yang aku rindukan..” Shinwoo memetik gitarnya, memadukan beberapa nada yang membuat irama menyejukkan. Banyak orang mulai berkumpul mendengarkan nada yang dirangkai Shinwoo.

The song you always played  for me

Now it’s the song that I play for you

Hingga, di penghujung akhir lagu, maniknya menangkap sebuah siluet seorang gadis yang ia rindukan seminggu ini. Tak Shinwoo sadari, bulir Kristal meleleh dari sudut matanya. Dan debar jantung yang tak karuan menyesakkan bercampur bahagia mengoyak hatinya. Gadis itu, Hayoung..

“Hayoung~ah!” Suara Shinwoo serak. “Come back to me, please. I love you..”

Baby, I just wanna spend some times with you

Baby, I just wanna spend some times with you

.

.

.

End

Advertisements

4 thoughts on “[FICLET] Who Am I Series, Track One : Lonely

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s